Menulis Adalah Memahat Keabadian

Menulis Adalah Memahat Keabadian Oleh Mandor Kasman -

Artikel ini terinspirasi sebuah quote yang dibuat oleh penulis Pramudya. Namun sesungguhnya banyak pula bagaimana banyak tokoh memandang perlu menghidupakan kebiasaan menulis sebagai ajang melatih "ke-sistematisan" dalam berfikir. Maka tidak dapat dipungkiri kehadiran budaya literasi adalah bagian dari budaya yang lebih maju setelah budaya tutur yang sudah terlalu lama menjadi tradisi. Jika kita mengacu pada kehadiran aplikasi di internet seperti Facebook, Tweter, WhatApp dan sosial media lainnya, yang jauh sebelumnya sudah lahir media lietrasi e-mail, saya melihat bahwa era literasi sudah datang untuk kita sambut menjadi tradisi yang lebih baik dalam mengungkap gagasan dan menyampaikan berita. Beberapa nilai lebih dari menulis akan nampak pada argumentasi sebuah gagasan yang dapat diuji kapanpun dan dimanapun oleh orang lain sehingga dapat dipetik manfaatnya jikalah ternyata pembaca melihat hasil pengujiannya mengarah pada alasan penulis yang cemerlang.

[masih dalam pengembangan, maaf, ini sekedar contoh layout]

Mandor Kasman, lahir di Tirtayasa, pernah sekolah di SD dan SMP Muhammadiyah Tirtayasa. Tinggal di Yogyakarta

(Menulis Adalah Memahat Keabadian, kontributor: Mandor Kasman)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.